Jumat, 19 Februari 2010

My Original Character, Alisha Robyn

Sejak TK, aku suka banget gambar. Aku lebih suka gambar orang, karena aku bosan gambar pemandangan. Aku mulai menggambar dengan meniru, meniru gambar karakter kartun yg aku suka (dulu). Kemudian terus berlatih, belajar gambar muka, rambut, tangan, kaki, baju, dll. Dan setelah dirasa bisa, aku pun mulai punya konsep membuat karakter anime sendiri alias Original Character (OC).

Namanya Krystaline Robynlove Venushara, akrab dengan nama Alisha Robyn, cukup dipanggil Alisha Robyn. Umurnya sekitar 17 thn. Dia adalah seorang penyanyi yg terkenal, dengan kemampuan suaranya yg khas dan keahlian dalam memainkan musik. Dia juga seorang siswi di sebuah sekolah musik, sebelum menjadi penyanyi dia hanya anak biasa yg tidak populer di sekolah itu.

Sebenarnya aku sudah dapat konsepnya sejak SD. Tapi baru bisa digambar sekarang. :P
aku bukan terinspirasi oleh Viona di Zoids atau Sailormoon. Tapi dari pokemon dan DBZ.

Alisha adalah seorang gadis remaja yg periang, enerjik, manis namun agak tomboi, suka tantangan, kuat, simpatik dan bersahabat. Namun disamping itu, dia juga egois, agak kasar, pemarah dan terkadang lepas kendali. emosinya bisa memuncak tiba-tiba. Malah kalo udah marah besar, bisa kayak org stress ato org gila, sampe nangis-nangis sendiri. Dia bisa langsung melabrak org yg membuatnya marah. Tapi meski begitu, dia mudah merasa menyesal.

Ciri khasnya : Rambut panjang hitam ikal dgn poni membelah dan style Butterfly, mata indigo berbintang, baju cardigan, rok celana, dan stocking.

Seperti yg baru kubilang (baca: kutulis) tadi, Alisha adalah gadis yg enerjik. Selalu mencari kesibukan, karena dia mengaku kalo dia sedang diam, akan ada memori-memori buruk yg mampir di pikirannya.
Alisha adalah gadis pecinta musik. Dia sudah mulai cinta musik sejak kecil, sejak ia mengenal piano. Baginya, musik adalah jiwanya, sahabat karibnya, warna hidupnya. Kemampuan bermusiknya yg brilian pun telah diakui. Ini juga membuat dia sangat enjoy dgn profesinya sebagai penyanyi. Soal profesi itu, dia lebih ke musik rock (kebanyakan pop rock). Dia suka genre itu karena itu merupakan media yg tepat utk pelampiasan emosinya yg menggebu-gebu. "Menyanyi itu perlu penjiwaan, kan? Oleh karena itu, aku memilih musik rock sebagai gambaran perasaanku." begitu ungkapnya. Jenis suara soprannya yg cocok di hampir tiap genre musik, membuatnya semakin diakui.

Dengan sifatnya yg bersahabat, Alisha juga sangat suka dgn fans-fansnya. Tapi kalo ada yg berbuat tdk pantas, tdk tanggung-tanggung Alisha bertindak lebih keras, seperti menampar.

Sebenarnya Alisha juga suka dunia akting dan tari. Tapi dia ingin lebih ke musik. Satu hal lagi yg lebih disukainya daripada musik, adalah bintang. Dari kecil, tiap malam sebelum tidur, Alisha selalu melamun ke luar jendela dan memandang bintang.
Jika pelajaran favoritnya di sekolah adalah musik dan biologi, maka kebalikannya adalah matematika. Tiap selesai ulangan matematika, dia selalu minta tolong ke salah satu temannya utk membelikan aspirin...XP

Gadis hiperaktif ini meski tubuhnya ramping, rupanya dia bisa makan dgn porsi lebih banyak dari yg lain. Selain itu, tubuhnya sensitif pada panas. Jika tersentuh panas, dia akan sakit.

Penyakitnya tdk hanya itu, Dia memiliki depresi sekaligus trauma yg sering membuatnya bertingkah aneh. Entah karena apa, emosinya memuncak, terkadang membentak, tertawa seperti psikopat, berteriak, atau malah menangis sendiri. Atau jika sedang di rumah, dia mengurung diri di dlm kamar, memecahkan benda-benda atau bahkan melukai diri sendiri.
Alisha menjadi seperti itu, mulanya...:
Sejak kecil, Alisha belum pernah merasakan enaknya punya ibu. Dia diasuh ayah angkatnya yg seorang milliarder dan babysitter. Telah diketahui orang tuanya meninggal dunia.
Kekayaan, kasih sayang sang ayah angkat, dan persahabatannya tdk mampu mengobati rasa rindunya pada ibu kandungnya. Dia senang, namun dia penasaran sperti apa orang tua kandungnya. Takut pikiran ini menghambatnya utk terjun ke dunia musik, dia pun melupakannya. Saat dia mengalami kegagalan dlm berlatih musik, Ia mengalami mimpi aneh yg berkelanjutan, di mana ia banyak bertualang di dunia itu, di sana dia juga bertemu seorang wanita yg mengajarinya musik lebih dalam. Ketika ia tahu wanita itu adalah ibunya, dia sgt senang, namun juga sedikit sedih karena ibunya itu memiliki masa lalu yg kelabu. Kemudian ia kecewa saat tahu ibunya meninggal setelah melahirkan dia. Tadinya dia menganggap itu hanya mimpi belaka. Tapi setelah tahu itu semua nyata, Alisha pun mengalami stress dan trauma berat, dia terus menyalahkan diri sendiri, menyendiri, emosinya mudah melonjak, bahkan melukai diri sendiri. Perlahan dia sadar dan disadarkan, tindakannya meratapi itu semua tanpa kembali melanjutkan latihan musiknya hanya akan membuat ibunya sedih, akhirnya Alisha bangkit, demi membahagiakan dirinya, sahabat-sahabatnya, dan ibunya di surga, namun tetap saja dia masih sering menyalahkan dirinya sendiri atas ibunya, dan depresi yg masih berkelanjutan, meski penyakit itu masih bisa diatasi dgn musik.

Alisha’s best quotes :

“Humans were born from Love, with Love, and for Love....but I'm not even a human, aren't I??”

“Music is my life, but music is nothing without love”

“ I love my mother much….she’s my best angel ever..!!! And I never forget her sacrifices for me…even though I never can to reply her love!!”

"I don't believe that I'm the angel, but I believe that I'm the devil"

" I never going to forgive myself...for now.."

Ini gambarnya :

1. Alisha Robyn - Introduction

2. Alisha Robyn - Scenes

3. Alisha Robyn - Smile at the Sunrise

Mohon kritik dan masukannya ya...?!









Kamis, 18 Februari 2010

Uniknya Indonesiaku...


Kalo kita lihat orang-orang Indonesia sekarang, hampir semuanya sudah terpengaruh arus globalisasi. Bisa dilihat dan dirasakan, mulai dari gaya hidup, budaya, kebiasaan, fashion, ekonomi, sosial, dll. Aku termasuk anak Indonesia yg ikut arus globalisasi. Suka dengan kemajuan teknologi, musik dan kebudayaan lainnya. Semuanya jadi serba kebarat-baratan.

Begitu pun dengan para remaja lainnya, sehingga negara sendiri pun terlupakan. Rasa cinta tanah air dan nasionalisme pun terkikis. Budaya tradisional terabaikan, tapi giliran dicuri sama negara lain malah marah. Huuhh...

Jadi, gimana dong,...caranya biar kita bisa cinta sama negara sendiri...??

Pikiran itu sempat ada padaku. Setelah dipikir-pikir...aku malah ngomong dlm hati "Iya juga, ya? Lantas apanya yg bagus dari..Indonesia?? Dalam teknologi dan kemajuan lainnya, indonesia masih terbelakang...jauh!! Musik ya tambah jelek, film sama sinetron ya jelek, alat elektronik masih dikit, sukanya jiplak melulu...hadhuuh...!!" :(

Tapi jika ditelaah lebih jauh lagi, rupanya Indonesia punya beberapa keunikan yg tdk dimiliki negara lain. Lihat saja bentuk pulaunya yg khas, mana ada negara lain yg punya bentuk pulau yg kayak gitu?? hebat kan?

Lalu budaya....Indonesia adalah satu-satunya negara yg di dalamnya punya banyak macam suku penduduk asli dan kebudayaan. Mulai dari bahasa, pakaian, musik, tarian, sampai rumah adat...semuanya berbeda di tiap daerah. Sehingga seolah-olah Indonesia terdiri dari banyak negara bagian (apalagi mengingat kalo sebelumnya memang membentuk menjadi negara-negara bagian, seperti negara pasundan).

Bayangin deh, orang turis tahunya bahasa Indonesia itu..ya formal seperti ini. Eh, pas sampe di tanah Jawa misalnya, ternyata bahasanya lain..bukan bahasa Indonesia formal yg mereka ketahui. Beda lagi kalo di tanah Sunda, tanah Batak...bakal pusing tuh turis...pusing sekaligus kagum. Segitu banyaknya keanekaragaman di indonesia, sehingga bisa dibilang orang Indonesia itu bukan "cuma satu", banyak..beda dgn Malaysia, Amerika atau negara lainnya.

Aku suka banget musik barat dan musik Indonesia yg modern, dan aku benci musik dangdut Indonesia (dangdut bukan dari Indonesia, tapi India). Tapi bukan berarti aku gak suka musik angklung, sinden ato musik keroncong lainnya yg anggun.

Apa ada yg tahu..keunikan apa lagi yang dimiliki Indonesia..??

Rabu, 17 Februari 2010

Definisi Bahasa...??

Di dunia ini, ada banyak bahasa. Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, Prancis, Rusia, Tagalog, Latin, Arab, India, China, Korea, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada juga bahasa-bahasa yg tdk tertulis, seperti bahasa tubuh.

Sebenarnya, bahasa itu apa sih?? Sampai sekarang sepertinya belum ada yg memastikan benar definisi dari BAHASA. Ada yg bilang, bahasa adalah kumpulan kata/ huruf tertentu. Ada juga yg bilang bahasa adalah salah satu bentuk komunikasi. Karena aku tidak tahu pasti mana yg paling benar, jadi aku hanya bisa (sekali lagi) berpendapat.

Bahasa-bahasa yg kusebut di atas adalah bahasa manusia. Lalu bagaimana dengan bahasa binatang?? Mereka mampu berkomunikasi dengan sinyal-sinyal tertentu. Seperti semut, punya sinyal lewat sungutnya. Mereka bisa berkomunikasi dengan semut-semut lain, terutama saat ada makanan. Tapi kita tidak mengerti sinyal mereka. So....

Mereka punya sinyal...mereka bisa berkomunikasi...dgn bahasa semut...berarti bahasa adalah sinyal. Bahasa-bahasa tadi juga adalah sinyal. Itu dia hebatnya manusia, satu spesies yg punya banyak jenis sinyal dari masing-masing golongan. Mengapa aku sebut sebagai sinyal manusia??

Ketika seorang manusia dari masing-masing golongan merasa lapar, mereka akan bilang pada orang lain (dari golongan yang sama). Kita bilang "saya lapar", orang inggris bilang "I'm Hungry", dan sebagainya. Jadi kita memberitahu atau menandakan sesuatu dengan sinyal yg bernama bahasa, entah itu tertulis, lisan, atau hanya gerakan.

Dan kenapa kita tidak bisa memahami bahasa orang?? itu karena kita belum pernah mendengar, menerima, dan memahami sinyal apa itu dan apa maksudnya. Misalnya kita berbicara dengan orang arab, mungkin kita tahu sinyal macam apa itu, tapi kita tidak tahu apa artinya, jadi gak nyambung.

Kesimpulannya, makhluk hidup berkomunikasi tidak dengan bahasa, tapi dengan sinyal. Bahasa adalah salah satu macam sinyal yg ada di dunia, sinyalnya manusia.

Sekali lagi, maaf bila ada yg berbeda pendapat...:)

Ujian Nasional, Euy..!!

Dua hari yg lalu, aku ikut Try Out Ujian Nasional...yah, percobaan yg cukup menentukan (atau malah sangat menentukan). Waktu itu adalah yg kedua..sedangkan yg pertama, Alhamdulillah aku lulus..jumlah nilaiku sekitar 24,53...hehe..aku sendiri juga gak ngerti, padahal aku jawab soal-soalnya dgn asal...(terutama Matematika -_- )...tapi seenggaknya itu bisa jadi pacuan...

Makanya, di TOUN kedua itu, aku lebih serius. Jika nilaiku stabil atau malah meningkat, itu bertanda baik buat Ujian Nasional nanti. Memang UN seolah-olah jadi momen yg menakutkan bagi semua siswa sekolah. Pusing, takut, cemas, bercampur aduk jadi satu. Tapi jika Ujian Nasional lulus, aku bisa meneruskan langkah untuk mencari ilmu lebih banyak lagi ke tingkat yang lebih tinggi.

Yups..ujian yg satu ini memang sangat menentukan masa depan para siswa. Tapi aku juga pernah dengar demo-demo dan tuntutan lainnya yg menolak adanya UN. Bahkan pernah ada isu kalau mulai tahun depan, UN akan ditiadakan.

Aku sempat mikir, apa sih pentingnya UN? Padahal menurutku, untuk kelulusan, dengan Ujian Sekolah pun sebenarnya sudah cukup.

Aku pun pernah mendiskusikan ini sama ortu. Haslinya :
Karena soal-soalnya bersumber dari pusat, jadi sebenarnya Ujian Nasional menguji kualitas sebuah sekolah. Maksudnya, untuk memastikan apakah sebuah sekolah sudah sesuai dgn standar nasional. Jika di sebuah sekolah banyak yg lulus, berarti metode pengajaran di sekolah itu sudah bagus. Tapi kalo sebaliknya, yg harus disalahkan bukan muridnya, tapi gurunya. Merekalah yg harus bertanggung jawab atas ketidaklulusan siswa-siswinya. Ngapain aja gurunya sampe banyak pelajaran yg belum kesampean, itu maksudnya. Memang sih, untuk menghadapi UN atau ujian lainnya dalam kegiatan belajar mengajar, kita harus berusaha semaksimal mungkin. Tapi itu semua tidak ada artinya tanpa pembimbing dan pendukung, termasuk guru.

Jadi, semakin kompeten para guru di suatu sekolah, semakin bagus pula murid-muridnya. Dan kalo sudah seperti itu, menghadapi UN pun semakin mudah, dan kualitas pendidikan di Indonesia pun semakin tinggi. UN hanya mengetes sejauh mana perkembangan sekolah-sekolah di Indonesia, agar sesuai dengan standar yg ditetapkan. Menyiksa memang, tapi kalo tdk begini, kapan Indonesia mau maju?? Btw, ini cuma menurutku, lho?! Maaf bila ada yg berbeda pendapat.

Minggu, 14 Februari 2010

Lembaran Melodi

Hari Rabu jam 8 malam, Alisha dan anggota keluarga Mildo lainnya menghadiri pertemuan di sebuah museum. Tn. Morris Mildo merupakan salah satu tamu terhormat dalam pertemuan itu. Semua menikmati acara-acaranya.

"Apa ada baju-baju yg keren di sini??" celetuk Kiarra, sepupu sekaligus sahabat dekat Alisha.

"Ada! Gaun-gaun kuno, mau??" jawab Alisha.

"Gak jadi, ah!!" Kiarra terus meminum teh hangatnya.

Sementara itu, Euro sedang memerhatikan pintu yg cukup jauh dari ruang utama. Pintu tua itu sedikit terbuka, membuat Euro semakin penasaran. Seseorang menepuk bahunya ketika dia melangkahkan kakinya. Dia terkejut.

"Eh, kak! Mau kemana??" sahut Alisha.

"Ugh...kamu!! Eh, kakak mau lihat-lihat di ruangan yg itu, tuh?!" jawab Euro sambil menunjuk ke arah pintu tua itu.

"Kakak ini gimana? jangan coba-coba, ah!!"

"Sebentar aja kok?! Hehe...kakak bosan di sini terus.."

"Jangan salahin aku kalau kakak ditangkap satpam!"

"Iya, cerewet! Oh ya...kalau Ayah nyariin aku, bilang aja, lagi ke WC. Tungguin ya...jangan ditinggal!!"

Euro berjalan perlahan, lalu masuk ke ruangan yg berisi alat-alat musik, beberapa bingkai dan lemari-lemari tua.

"Waaw...semuanya serba klasik! Antik, dari tahun berapa aja ya?! Kelihatannya kayak ruang les musik...kalo Alisha pasti suka yg kayak gini..." ujarnya.

Tak lama setelah puas melihat-lihat benda-benda antik di ruangan itu, mata Euro tertuju pada sebuah lemari yg terdiri dari banyak laci. Beberapa dari laci-laci itu tidak terkunci karena sudah rusak.

Euro mencoba membuka salah satu laci, namun laci itu terasa sulit dibuka. "Ukh,...susah banget nih! Huh...dasar lemari kuno...mesti hati-hati..!" Euro tetap berusaha membuka laci itu. Lalu...

BRAAKK!! Laci itu terbuka dgn keras. Isi-isinya pun berjatuhan. Banyak lembaran-lembaran kertas berhamburan. Euro panik.

"Duuh...!! Bisa ketahuan satpam, nih!" serunya. Sambil mengambil lembaran kertas dan menyusunnya kembali, dia memerhatikan isi kertas-kertas itu. "Ini....deretan melodi...ada syairnya juga..pasti tulisan musisi.." pikirnya.

"Sedang apa?" suara lembut yg menyapa dari pintu, membuat Euro tersentak hingga menjatuhkan kertas-kertas yg telah tersusun.

Rupanya di pintu itu, berdiri seorang wanita berambut pirang, kulit putih langsat, mata biru, dan mengenakan gaun sederhana. Euro sama sekali tidak mengenalnya, namun dia mulai mengaguminya.

"Siapa itu?? cantik banget! Nampaknya..anggun, dewasa banget...kalem dan kelihatannya lebih tua dariku...aahh..aku belum pernah lihat cewek kayak gini...dan mukanya...mirip Alisha..nah lho?! " pikirnya dalam hati.

Wanita itu berjalan mendekati Euro dan kembali bertanya, "Aku bilang, sedang apa?"

"Eh..anu...emmm..aku lagi...lihat-lihat aja. Hehe...! Emm...kau sendiri?" Euro gugup.

"Jalan-jalan sebentar." jawabnya singkat.

Euro terdiam, matanya melirik ke atas ke bawah, memalingkan wajahnya, mencari bahan percakapan dengan wanita itu. "Emm..kelihatannya kamu...suka musik??"

"Ya. Sangat suka." jawab wanita itu dgn sedikit senyum.

Euro kembali tersentak mengingat kalau dia harus membereskan kertas-kertas yang berserakan. Dengan cepat ia mengambil lembaran itu satu per satu. Wanita itu terus memperhatikannya. "Itu kertas apa?" tanyanya.

"Entahlah. Cuma tulisan syair-syair lagu dan not-notnya.." jawab Euro.

"Coba lihat!" pinta wanita itu. Euro pun menyerahkan sebagian dari lembaran itu, lalu terus menyusun lembaran yg lain dan memasukkannya ke dalam laci.

Nampaknya wanita itu sangat serius memperhatikan lembaran-lembaran itu, dan bertanya, " Kamu punya adik angkat?"

"Iya. Namanya Krystaline Robynlove Venushara..alias Alisha.." jawab Euro.

Wanita itu memancarkan senyum, menghiasi wajahnya yang mulai berseri. Ada rasa senang dalam benaknya. Dia menyerahkan lembaran yang dipegangnya pada Euro. Euro heran.

"Tolong serahkan kertas-kertas itu pada adikmu..dia membutuhkannya." pinta wanita itu. Kemudian dia berjalan ke luar ruangan, dan tak terlihat lagi.

"Oh, Hei! Siapa namamu?" tanya Euro, namun terlambat. Dia menutup rapat laci yang terbuka itu, dan membawa beberapa kertas. Perasaan aneh menyelubunginya.

"Eh, kakak! Dapat apa aja?" tanya Alisha ketika Euro sampai di ruang utama.
"Kertas-kertas lagu, nih! Kata seorang cewek, kamu butuh ini. " jawab Euro yg kemudian menyerahkan kertas-kertas itu pada Alisha.

"Cewek siapa?" tanya Alisha sambil melihat-lihat kertas-kertas itu.

"Cewek cantik, rambutnya pirang, matanya biru, kulitnya putih, mukanya..mirip-mirip kamu...pokoknya anggun banget. Sayang aku gak sempet tahu namanya.."

"Itu..." Alisha berpikir dan terkejut "Itu 'kan...Mama! Lagu-lagu ini juga ciptaan Mama! Iya! Ini punya Mama! Lihat tulisannya...ciptaan Krystaline Maria Whiteswan...itu Mama!! Itu pasti Mama!!?" seru Alisha girang sekaligus aneh.

"Hah!?? Cewek itu...ibu kamu yang udah meninggal itu? Berarti...aku naksir..hantu..??" Euro merinding.

"Eh, kok kakak bisa ketemu Mama, sih?"

"Udah, gak usah dipikirin, ah! Sekarang kita minta izin dulu sama pemilik museum, boleh nggak kita bawa kertas ini?!"

Setelah bertemu dengan pemilik museum, mereka memohon untuk bisa membawa lembaran melodi itu. "Kami mohon, Pak! Ini milik ibu saya, dan saya butuh ini untuk menyanyi!" pinta Alisha.

Sang pemilik museum sempat menolak dgn alasan lagu-lagu itu adalah milik musisi terkenal. Namun akhirnya beliau berubah pikirannya. "Baiklah, tapi kalian hanya boleh membawa salinannya."

Jam setengah sebelas, Tn. Morris dan yg lainnya pulang. Di tengah perjalanan beliau bertanya, "Bagaimana kau tahu itu punya ibu Alisha, Euro?"

"Ehm...sebelumnya Alisha pernah cerita soal lagu-lagu itu. Dia sangat menginginkannya..karena kasihan, aku cariin deh!" jawab Euro, membual.

"Iya, Yah! Alisha seneng banget! Mama nitip ini ke aku, Mama ingin aku belajar lagi dgn lagu-lagu ini! Kebetulan banget, aku kangen Mama..." Kata Alisha. Sesuatu telah terjadi hingga Alisha mengenal ibu kandungnya yg ternyata adalah seorang maestro. Alisha berjanji akan memanfaatkan lembaran-lembaran melodi tersebut sebaik-baiknya.

"Kamu enak, ya?! Punya ibu yg perhatian...meskipun udah meninggal...cantik lagi..." ujar Euro.

"Lho? Kamu juga semestinya harus bersyukur, masih punya orang tua.." balas Alisha.

"Ya, sih....seandainya ibuku juga perhatian sama aku..." Euro jadi ingat dengan ibunya yg sudah lama bercerai. Tapi tak lama, kejadian yg baru saja terjadi terlintas kembali di pikirannya. Dia masih merasa takut, heran, dan aneh.

"Gimana, kak? Masih mau lihat-lihat di museum?" sahut Alisha menyindir.

"Nggak, ah! Banyak hantunya!!"

"Katanya, hantunya cantik..anggun.."

"Diam kau!"

Mobil pribadi Tn. Morris terus melaju, menyisakan berbagai kenangan yg ada.

Sabtu, 13 Februari 2010

Bertemu Bidadari

Hampir satu jam yg lalu, bel pulang berbunyi. Anak-anak Happygarden Playschool pasti sudah sampai di rumah masing-masing, kecuali Alisha. Gadis kecil berumur 5 thn itu duduk terdiam di kursi taman dekat sekolah. Dia menangis tersedu-sedu. Apalagi hujan turun dgn derasnya, ikut mengiringi air matanya yang terus membasahi pipi mungilnya. Tas, seragam, dan rambutnya pun basah kuyup.

"Sedang apa kau di situ, nak? Kenapa kau tdk pulang?" sapa seorang kakek, mendekati Alisha dan menatapnya dgn penuh rasa iba.

"Aku...sedih...!" jawab Alisha terisak-isak.

"Sedih kenapa?"
Alisha menunduk, tdk bisa menjawab.

"Ya, sudah. Sekarang ayo pulang,biar kakek antar. Jangan di sini terus, kau bisa sakit. Orang tuamu pasti menunggu." ajak kakek itu. Masih dgn tatapan sedih sekaligus heran, Alisha ikut bersama kakek itu dan payung tuanya.

"Memangnya kakek tahu rumahku di mana?" tanya Alisha sambil mengelap air matanya.

"Tentu saja, nak! Kakek ini teman Tn. Morris, ayahmu." jawab sang kakek dgn senyum ramahnya.

Sesampainya di rumah Alisha, Tn. Morris terkejut melihat Alisha pulang dalam keadaan basah kuyup beserta salah satu sahabatnya. " Lho? Tn. Willdow??" sapa sang pengusaha milyuner.

"Ini, putrimu aku temukan di taman dekat sekolahnya. Jadi..."

"Dia tidak naik bus sekolah??"

"Iya, jadi saya mengantarnya kemari, kasihan dia kehujanan, sendirian."

"Ya, maaf mengganggu...terima kasih banyak.." kata Tn. Morris. Kakek itu pun pulang. Alisha duduk di sofa, mengeringkan tubuhnya dgn handuk kecil.

"Apa kau tidak tahu tempat dan waktu?? Kau terlambat pulang ke rumah, hujan-hujanan di taman, tertinggal bus sekolah, sedang apa saja kamu?!! Main?? " tegur Tn. Morris.

"Aku...tidak ma..main!!" Alisha masih menangis.

"Kalau begitu, uang sakumu akan ayah potong!"

"Baik, yah.." jawab Alisha, lesu. Dia naik ke kamar tidurnya untuk mengganti bajunya. Tn. Morris bingung, tdk biasanya anak angkatnya itu terlihat tdk bersemangat. Yang beliau tahu, Alisha adalah anak yg ceria, enerjik. "Sepertinya ada masalah..." pikirnya.

Setelah turun dari lantai dua, Alisha duduk di sofa, di samping kakak asuhnya, Euro, yg sedang asyik main PS. Tn. Morris mulai memberi sapaan hangat, "Alisha, kau tdk latihan piano?" Alisha menggeleng. "Aku tdk tahu lagu apa yg ingin aku nyanyikan.." katanya.

"Sekarang lagu apa yg sedang terlintas di pikiranmu?"

"Lagu tentang ibu,..sepertinya cuma itu?!"

"Kalau begitu, ayo nyanyikan!"
Alisha menggeleng. "Aku sedih, yah! Kalau ingat lagu itu...aku sedih.." matanya berkaca-kaca. Tn. Morris mulai mengerti. Alisha begitu karena ingat bahwa ibunya meninggal saat dia masih bayi. Tn. Morris menemukan Alisha di dekat rumahnya, kemudian mengadopsinya, dan telah diketahui orang tua Alisha telah meninggal dunia.

Namun Tn. Morris mencoba menghibur Alisha, "Ehm..mungkin kau bisa coba menyanyikannya dgn rasa senang...!?"

"Tidak..tidak bisa...Bu Guru juga pernah bilang begitu, tapi aku tidak bisa...., teman-temanku menyanyikan lagu itu bersama-sama sedangkan aku tetap menangis. Sampai waktunya pulang pun aku masih menangis. Aku iri pada teman-temanku, tiap istirahat mereka selalu bersama orang tua mereka...ibu mereka..." Alisha mulai menangis.

"'kan ada Ayah.."

" Iya..aku senang...tapi aku belum pernah merasakan enaknya punya ibu! Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin lihat wajahnya, aku ingin dengar suaranya, aku ingin memeluknya, aku ingin bercerita padanya, aku ingin tahu siapa namanya...Ayah.."

"Ibu gurumu juga baik, kan?"

"Tapi..mereka tdk bisa menggantikan ibuku..tidak bisa...!" Alisha terus menangis keras.

Tn. Morris terpaku, dan dia sudah menduga Alisha pasti akan punya keinginan untuk bertemu ibu kandungnya. Beliau tahu, anak seperti Alisha tetap membutuhkan kasih sayang seorang ibu, sekuat dan seriang apapun dia. Sementara sampai saat ini Alisha kecil hanya diasuh oleh Tn. Morris dan babysitter. Beliau sudah lama bercerai dari istrinya, Madison, beberapa bulan sebelum beliau menemukan dan mengadopsi Alisha. Beliau pun mencari akal untuk menghibur Alisha.

Tak lama setelah termenung mencari ide, Tn. Morris berusaha menenangkan putrinya. "Sshh...sudah, sudah,,jangan menangis lagi, ya..nanti di sana ibumu juga sedih melihatmu menangis terus..?! Kalau kau memang tidak mau menyanyi atau main piano, bagaimana kalau menggambar?"

"Hah? Menggambar?? Gambar apa? " tanya Alisha, mulai menunjukkan keingintahuannya.

Tn. Morris mulai menghela nafas. "Begini, pertama coba ambil kertas gambar dan krayon, kita akan menggambar di perpustakaan."

"Iya...!"
Tn. Morris mengantar Alisha ke kamarnya. "Ambil peralatannya! Ayah akan menunggu di perpustakaan.." katanya.

"Kita mau gambar apa, Yah?" tanya Alisha sesampainya di perpustakaan.

"Gambar dirimu dgn ibumu!"

"Hah? Dengan ibu?"

"Iya. Bayangkan ibumu ada di sampingmu, di dekatmu, dengan payung atau entahlah...yg penting, gambar suasana seolah-olah ibumu ada..." jelas Tn. Morris ramah. Alisha pun mulai menggoreskan krayonnya pada kertas. Beberapa menit kemudian....

"Sudah jadi, Yah!!" seru Alisha. Tn. Morris melihat-lihat gambar di mana Alisha bergandengan dgn ibunya, dihiasi bunga-bunga dan pelangi.

"Bagus..bagus!! Ehm..kau memberi sayap pada ibumu??" tanya Tn. Morris.

"Iya, dia 'kan..bidadari yg paling baik!!" jawab Alisha dgn wajah berseri. Tn. Morris sedikit tersentuh. " Ya, setidaknya dgn begini, kau bisa 'bertemu' dgn ibumu.." ujarnya.

"Hah?? Bertemu ibu...?" Alisha bingung.

"Sudahlah, nanti kau juga akan tahu. Nah, sekarang apa kau mau main piano?"

"Mau nyanyi apa?"

"Lagu tentang ibu, yg kamu bilang itu.."

"Boleh! Tapi tunggu...gambar ini??"

"Bawa ke ruang keluarga, sekalian main piano. Setelah itu disimpan, jangan sampai hilang."

Sesampainya di ruang keluarga, Alisha siap di depan piano klasiknya. Tn. Morris menyuruhnya menaruh gambar buatannya di atas piano dan menjadikannya bantuan dalam menyanyikan lagu. Alisha memainkan pianonya dgn riang, menyanyi dgn tenang, membayangkan ibunya sedang di dekatnya, menikmati nyanyiannya. Sebuah perasaan hangat mengalun bersama melodi piano. Tn. Morris mengajak Alisha demikian karena beliau yakin, Alisha masih punya kontak batin yg amat kuat dgn ibunya.

Setelah itu, Alisha pergi makan lalu tidur siang. Namun di tengah tidurnya, dia melihat seorang wanita yg memandanginya dengan tatapan penuh kasih sayang. Ketika Alisha membuka matanya, sosok itu terlihat semakin jelas.

" I..ibu..? Apa itu kau? Alisha...sayang ibu..." kemudian Alisha kembali memejamkan mata.

Hello, Everyone..! I'm the newbie...:)

Namaku Iyank Ika P...tapi kalian boleh memanggilku Kiara Kaoru. Umurku 14 thn (sebentar lagi 15), dan aku adalah siswi kls IX SMPN 1 Losari.
Blog ini aku buat untuk membagikan hasil imajinasiku yang konyol pada publik, dan siap menerima masukan dari siapapun. Selain itu akan ada beberapa tulisan bodoh lainnya yg terpampang di blog sederhana ini.

Kalo ada salah, mohon maaf, Saya pemula di sini... :I

Terima kasih banyak....